- Gunakan air hangat saat memandikan bayi. Jangan terlalu panas karena dapat menyebabkan kulit kering dan kemerahan.
- Gunakan sabun mandi khusus bayi, terutama apabila kulit bayi sensitif. Apabila bayi mengalami eksim/dermatitis atopik, pilihlah sabun mandi hipoalergenik. Ini artinya sabun tersebut terbuat dari bahan-bahan yang aman dan tidak menyebabkan alergi.
- Setelah dimandikan, keringkan kulit bayi dengan handuk lembut dan pastikan kulit benar-benar kering sebelum menggunakan popok. Kulit yang lembap dapat menyebabkan pertumbuhan jamur pada daerah popok, sehingga memicu ruam popok.
- Gunakan moisturizer/pelembap terutama pada bayi dengan eksim. Pilihlah moisturizer tanpa pewangi yang berlebihan.
- Hati-hati saat menggunakan produk minyak penghangat atau bedak, mengingat banyak produk tersebut yang terbuat dari bahan kimia yang dapat mencetuskan iritasi, terutama pada area popok.
- Gunakan pakaian yang berbahan lembut, nyaman untuk bergerak, dan dapat menyerap keringat dengan baik.
- Sesuaikan pakaian bayi dengan suhu udara. Banyak orang tua yang memakaikan pakaian bayi hingga berlapis-lapis agar bayi merasa hangat, padahal suhu udara sedang sangat panas. Bayi yang memakai pakaian terlalu banyak dan tebal bisa jadi akan berkeringat dan menyebabkan miliaria.
Mitos dan Fakta Perawatan Kulit Bayi
Ada banyak fakta dan mitos perawatan kulit bayi yang banyak tersebar di masyarakat. Sebelum salah dalam mengartikannya, ada baiknya kita ketahui dulu apa saja yang salah dan benar. Berikut ini beberapa mitos dan fakta perawatan kulit bayi menurut dr. Patricia Aulia:
1. Penggunaan sabun antiseptik, apakah perlu?
Salah satu faktor penting dalam merawat kulit bayi adalah pemilihan sabun mandi yang benar. Banyak yang mengira bahwa sabun mandi antiseptik baik dalam memelihara kesehatan kulit bayi karena dapat membunuh kuman penyebab ruam atau eksim.
Faktanya, sabun antiseptik memiliki senyawa kimia yang terlalu keras untuk kulit bayi yang masih sensitif. Penggunaannya malah dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit. Sebaiknya pilih sabun bayi yang lembut dan tanpa pewangi yang berlebihan.
2. Eksim susu disebabkan pipi bayi yang terkena ASI, apakah benar?
Banyak Ibu yang tidak mau menyusui bayi secara langsung karena takut ASI tumpah ke pipi bayi dan menyebabkan eksim susu. Hal ini tidak benar!
Faktanya, eksim susu adalah peradangan kulit pada bayi yang disebabkan karena faktor genetik/bawaan. Selain itu, menyusui langsung tanpa pompa juga mempunyai banyak dampak positif seperti mempererat ikatan emosional antara ibu dan bayi.
3. Membersihkan kulit bayi dengan tisu basah, apakah aman?
Tisu basah sering digunakan untuk membersihkan kulit bayi seperti untuk mengelap mulut bayi sehabis makan sampai membersihkan daerah popok. Sebenarnya, apakah tisu basah aman untuk bayi?
Faktanya, tisu basah mengandung senyawa kimia dan alkohol sehingga apabila penggunaannya tidak tepat dapat menyebabkan munculnya banyak penyakit kulit.
Selain itu, membersihkan dengan tisu basah juga menyebabkan tertinggalnya sisa sabun pada kulit yang dapat menyebabkan alergi pada bayi. Sebaiknya, kulit bayi dibersihkan dengan menggunakan kain atau handuk bersih dan air dan jangan lupa dikeringkan.







