Sayangnya, pada kasus parestesia kronis, kesemutan tidak serta merta hilang begitu saja, bahkan ada kemungkinan kondisi ini kembali muncul di kemudian hari. Pasalnya, saraf yang telah rusak tidak dapat diperbaiki seutuhnya.
Namun jangan berkecil hati. Setidaknya ada cara yang bisa dilakukan guna meredakan gejala parestesia agar tidak mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, yaitu dengan mengonsumsi obat-obatan seperti:
- Antidepresan trisiklik, berfungsi untuk menghilangkan rasa nyeri yang mungkin ditimbulkan
- Kortikosteroid, berfungsi untuk mengatasi peradangan (inflamasi) dan nyeri
- Fenitoin, gabapentin, pregabalim, berfungsi sebagai anti-kejang
Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwasanya obat-obatan tersebut memiliki sejumlah efek samping, yaitu:
- Rasa kantuk
- Mulut kering
- Infeksi sendi
- Nyeri
- Kerusakan urat saraf
- Mual
- Pusing
- Gangguan seksual
Ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter terkait sebelum menggunakan obat parestesia di atas. Selain itu, pengobatan parestesia juga bisa dengan melakukan operasi bedah untuk menghilangkan kompresi urat saraf.
Pencegahan Parestesia
Pada kasus parestesia sementara (temporer), cara mencegah agar kondisi yang sangat mengganggu ini tidak menimpa Anda adalah dengan:
- Menghindari posisi tubuh yang memicu saraf tertekan, seperti duduk bersila terlalu lama atau tidur dengan kepala bertumpu pada tangan
- Menghindari gerakan tubuh berulang
- Selingi aktivitas duduk atau tidur dengan bangun dan melakukan gerakan ringan
- Penuhi asupan nutrisi dan vitamin yang baik untuk saraf
- Istirahat yang cukup
Itu dia informasi mengenai parestesia (kesemutan) yang penting sekali untuk Anda ketahui, mengingat kondisi ini sudah pasti dialami. Semoga bermanfaat!
Selamat Membaca dan Semoga Bermanfaat, Jangan Lupa Share Buhannya 🙂







