“Dengan Program Pendidikan Gratis tidak hanya provinsinya yang naik kelas, tetapi warga Kaltim harus naik kelas juga. Kaltim yang segera menjadi pusat pemerintahan harus menjadi contoh dalam kesiapannya mengusung hilirisasi,” kata Seno.
Rudy-Seno ingin semua anak muda Kaltim memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi, jadi orang pintar, dan mampu bersaing.
“Bukan hanya (bersaing) dengan orang Jakarta, tetapi hingga level internasional,” tambah Seno.
Saat Kaltim sedang dipersiapkan menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), kebutuhan akan sumber daya manusia yang terampil dan berpendidikan menjadi semakin tinggi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024, angka partisipasi sekolah di Kaltim untuk usia 19-23 sebesar 34,75%. Jumlah tersebut cukup kecil jika dibandingkan dengan kelompok usia di bawahnya, yaitu 15-18 yang sebesar 81,43%.
Artinya, terdapat 46,68% siswa Kaltim yang tidak melanjutkan pendidikannya. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kaltim juga mengalami penurunan. Di mana pada tahun 2019 Kaltim berada di peringkat 3 se-Indonesia namun turun menjadi peringkat 5 pada tahun 2022. Saat ini pendidikan menjadi kebutuhan mendesak di Kaltim.
“Kaltim tidak hanya akan menjadi pusat pemerintahan, tapi juga jadi etalase Indonesia dalam hal pendidikan dan sumber daya manusia. Jika negara Jerman bisa menjadikan pendidikan gratis sebagai landasan kemajuan negaranya, kami yakin Kaltim bisa melakukan hal yang sama,” tegas Rudy.
Program GRATISPOL ini tak sekadar ambisi tanpa perhitungan matang. Berdasarkan data dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim, sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) APBD Kaltim pada tahun 2023 mencapai Rp 976 miliar. Dengan rata-rata biaya kuliah mahasiswa Kaltim sebesar Rp10 juta per tahun per orang, program ini cukup realistis untuk diwujudkan, mengingat jumlah mahasiswa di Kaltim sekitar 96.000 orang. Artinya, dengan sisa anggaran saja, biaya kuliah seluruh mahasiswa dapat ditutupi selama setahun.
“Pendidikan gratis bukan sekadar janji, tapi sebuah program yang dapat diwujudkan bila pengelolaan anggaran dilakukan dengan baik,” tambah Seno.







