Kelainan tersebut menyebabkan kecacatan pada jaringan tulang rawan yang menyokong tulang rusuk tertentu. Tulang rusuk tersebut adalah tulang rusuk yang mengarah ke tulang dada. Kecacatan pada tulang rusuk tersebut menyebabkan tulang rawan di bagian itu mendorong tulang dada hingga masuk ke dalam.
Berikut ini adalah beberapa faktor risiko dari kejadian Pectus Excavatum:
- Jenis kelamin – anak laki-laki berpeluang lebih tinggi untuk mengalami Pectus Excavatum dibandingkan anak perempuan
- Riwayat keluarga – adanya riwayat keluarga yang mengalami Pectus Excavatum meningkatkan faktor risiko pada keturunannya
- Menderita Sindrom Tertentu – Beberapa sindrom seperti Sindrom Marfan, Sindrom Ehlers-Danlos, Sindrom Noonan, dan Sindrom Turner meningkatkan peluang terhadap kejadian Pectus Excavatum
- Rakhitis –
- Skoliosis – anak yang mengalami Pectus Excavatum biasanya juga mengalami skoliosis, yakni di mana tulang belakang melengkung
- Osteogenesis imperfekta
Gejala Pectus Excavatum
Satu gejala yang pasti nampak pada penderita Pectus Excavatum adalah penampilan dada yang melekuk ke dalam, sehingga nampak seperti sebuah corong. Gejala Pectus Excavatum yang satu itu biasanya semakin memburuk sejak masa remaja hingga dewasa.
Telah disinggung bahwa Pectus Excavatum tingkat parah bisa menekan jantung dan paru-paru. Apabila Pectus Excavatum sudah seperti itu, maka ada beberapa gejala, yakni:
- Sering sesak napas
- Nyeri dada
- Palpitasi (jantung berdetak cepat)
- Mengi atau batuk
- Sering merasa lelah
- Sering mengalami infeksi saluran pernapasan
- Memiliki nafas pendek
- Stamina kurang bagus
- Jarang melakukan olahraga
Kapan pergi ke dokter?
Apabila Anda atau ada anggota keluarga yang memiliki cekungan di sekitar tulang dada, maka segeralah memeriksakan diri atau membawanya ke dokter. Terlebih, apabila penampakan dada cekung disertai beberapa gejala yang telah disebutkan.
Orang-orang dengan dada cekung yang mengalami beberapa gejala tersebut mungkin sudah berada pada tahap yang parah, sehingga perlu segera diatasi agar tidak berkembang semakin buruk.
Diagnosis Pectus Excavatum
Setelah tiba di ruang dokter, maka dokter akan melakukan beberapa tindakan guna menegakkan diagnosis kejadian Pectus Excavatum pada pasien. Diagnosis pertama dilakukan dengan menggali informasi kesehatan dan gejala yang dialami.







