7. Mengganggu kemampuan otak
Akibat kurang tidur dalam waktu yang sangat lama dapat mengganggu kemampuan berpikir dan menerima informasi sehingga akan menggangu fokus seseorang ketika beraktivitas.
8. Menimbulkan depresi
Efek kurang tidur menyebabkan penurunan neurotransmiter (senyawa kimia yang diproduksi otak) untuk mengatur suasana hati. Ketika waktu tidur terus berkurang, hal ini dapat memengaruhi suasana hati, sehingga memungkinkan terjadinya depresi.
Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan reaksi antisipatif pada pusat emosional otak, sehingga menyebabkan rasa cemas meningkat.
9. Berat badan naik
Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa mereka yang tidurnya kurang dari 6 jam setiap harinya, cenderung menjadi lebih gemuk dibanding mereka yang jam tidurnya 7-9 jam hari.
Akibat kurang tidur ini ternyata ada kaitannya dengan peningkatan nafsu makan dan bertambahnya rasa lapar. Bagi Anda yang berencana menurunkan berat badan, begadang adalah aktivitas yang sebaiknya Anda hindari.
10. Kulit terlihat lebih tua
Akibat kurang tidur selanjutnya adalah membuat kulit Anda tampak lebih tua. Hal ini disebabkan karena hormon kortisol mengalami pelepasan yang lebih banyak ketika bergadang. Hormon ini bersifat memecah kolagen pada kulit, padahal kolagen adalah protein yang bekerja dalam menghaluskan kulit dan menjadikannya elastis.
Efek kurang tidur lainnya juga dapat menyebabkan mata bengkak dan kulit menjadi pucat. Kebiasaan begadang secara berkepanjangan akan menimbulkan efek kurang tidur kronis. Akibatnya, timbul garis-garis penuaan halus di wajah dan menjadikan kulit terlihat kusam.
Akibat kurang tidur yang mudah dikenali lainnya adalah munculnya mata panda. Mata panda adalah lingkaran gelap di sekitar mata yang muncul akibat pelebaran pembuluh darah di balik kulit mata yang tipis. Kondisi kurang tidur adalah penyebab utama terjadinya mata panda.







