Ketika emosional sedang kacau, usus Anda biasanya menyerap banyak dampaknya. Ini terutama terjadi pada orang yang menahan diri untuk tidak mengungkapkan perasaannya, dan memilih untuk memendam perasaan mereka.
5. Insomnia
Patah hati dan susah tidur tampaknya saling terkait, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki riwayat gangguan tidur. Mungkin Anda begadang karena merenungkan putus cinta.
Efek patah hati ini membuat tubuh Anda lelah, tetapi pikiran dan jiwa Anda tidak akan beristirahat. Sayangnya, insomnia dapat menyebabkan depresi dan kecemasan.
Kondisi ini juga akannmeningkatkan risiko mengalami gangguan kesehatan lainnya, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyakit jantung.
6. Rentan terhadap penyakit
Stres berat akibat patah hati sebenarnya telah terbukti membahayakan sistem kekebalan tubuh Anda. Akibatnya, ketika jantung rentan dan juga tubuh. Sistem kekebalan yang lemah membuat Anda rentan terhadap infeksi virus, bakteri, dan kekeliruan hormon.
7. Berat badan turun
Efek patah hati mungkin membuat Anda tidak lapar. Namun ketika makan, Anda tidak bisa menikmati makanan atau tidak memiliki rasa. Nafsu makan Anda yang hilang adalah dari hormon yang melonjak dalam tubuh.
Saat Anda sangat tertekan, kadar kortisol meningkat yang memengaruhi selera makan. Ketika Anda cemas dan makanan tampaknya tidak dapat dicerna dengan baik, tetapi ingat, tubuh Anda membutuhkan makanan untuk tetap berenergi.
8. Tidak fokus
Stres, susah tidur, dan gejolak emosi akibat patah hati dapat menyebabkan kinerja otak melambat. Mungkin Anda tidak dapat fokus dalam menyelesaikan tugas, dan merasa lebih lambat dari biasanya. Sebagai solusinya, pastikan Anda cukup tidur dan menjaga pola makan sehat sehat. Saat tubuh dan hati pulih, pikiran Anda akan mulai kembali fokus.







